DISKOMINFO KEPRI – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib (RAT) Provinsi Kepulauan Riau menyelenggarakan kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) tata kelola rumah sakit. Upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan manajemen kesehatan.
Bimtek digelar di Aula Lantai 4 RSUD RAT, Kota Tanjungpinang, Selasa (13/1/2026), menghadirkan Tim Pembina dari RSUP Dr Hasan Sadikin (RSHS) Bandung sebagai narasumber utama.
Bimtek dihadiri Direktur RSUD RAT, Kadinkes Kepri, Direksi RSUP Dr Hasan Sadikin Bandung, dan peserta yang terdiri dari jajaran manajemen, dokter spesialis, hingga penanggung jawab administrasi di lingkungan RSUD RAT. (Informasi & Pemasaran RSUD RAT)
Bimtek ini diikuti oleh 96 peserta yang terdiri dari jajaran manajemen, dokter spesialis, hingga penanggung jawab administrasi di lingkungan RSUD RAT.
Agenda utama bimtek ini dibagi menjadi empat kelompok diskusi terfokus (FGD) yang dipimpin langsung oleh jajaran Direksi RSUP Dr Hasan Sadikin Bandung - Direktur Utama, Direktur SDM, Direktur Keuangan, dan Direktur Pelayanan - membahas koordinasi dengan Dinas Kesehatan, Wakil Direktur Penunjang, serta seluruh dokter spesialis, aspek regulasi dan kepegawaian bersama Biro Hukum, Biro Pemerintahan, dan jajaran manajemen umum, tata kelola keuangan bersama Inspektorat, BKAD, BAPPEDA, dan bagian perencanaan, serta meninjau standar pelayanan medik dan keperawatan bersama jajaran terkait dan seluruh komite.
Bimtek diakhiri dengan diskusi kelompok untuk implementasi rencana aksi ke depan.
Langkah Strategis Penguatan Tata Kelola Rumah Sakit
Direktur RSUD RAT dr Bambang Utoyo MAP menyampaikan, kegiatan ini merupakan kolaborasi yang menjadi langkah strategis dalam penguatan tata kelola rumah sakit.
"Kegiatan ini didasari oleh koordinasi dan pendampingan penguatan tata kelola yang telah direncanakan sejak akhir tahun lalu, dengan tujuan menyelaraskan standar pelayanan RSUD RAT dengan praktik terbaik di industri kesehatan," terangnya.
Sebelumnya, 5-9 Januari 2026, telah dilaksanakan kegiatan Pendampingan Penyusunan Unit Cost Tindakan Medik Operatif, yang bertujuan untuk memastikan perhitungan biaya pelayanan bedah dilakukan secara akurat, transparan, dan akuntabel, sesuai standar pelayanan dan clinical pathway.
Bambang menambahkan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap efisiensi operasional dan kualitas layanan bagi masyarakat Kepulauan Riau.
"Melalui bimtek ini, RSUD Raja Ahmad Tabib menegaskan komitmen untuk terus bertransformasi menjadi institusi kesehatan yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada keselamatan pasien yang terstandarisasi Kemenkes," ujar Bambang mengakhiri. (Med/Informasi & Pemasaran RSUD RAT)